Gawat Darurat: (0752) 624 317


Instalasi Gawat Darurat
Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Intensive Care Unit
Instalasi Elektromedik
Instalasi Bedah Sentral
Instalasi Rehabilitasi Medik
Instalasi Radiologi
Instalasi Laboratorium
Instalasi Farmasi
Instalasi Gizi

Instalasi Radiologi


Apa itu CT Scan ?

CT Scan untuk bagian kepala memberikan informasi yang penting untuk pemeriksaan otak. CT Scan juga dapat menyajikan informasi yang menentukan untuk beberapa bagian wajah seperti mata, struktur hidung termasuk lubang hidung, tulang wajah, dan bahkan bagian dalam telinga. Namun, informasi yang disajikan sangat terbatas, karena pemindaian cranial lebih berfokus di bagian otak. Jika ada bagian di wajah yang perlu diperiksa, pemindaian jenis lain mungkin perlu dilakukan.

Karena jenis dan cakupan informasi yang disajikan, CT Scan untuk bagian kepala biasanya dilakukan untuk pasien yang diduga menderita cedera otak, tumor otak, pendarahan dalam pada otak, atau aneurisma. CT Scan disarankan bagi pasien yang mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kepala yang mati rasa
  • Masalah penglihatan
  • Vertigo

CT Scan juga perlu untuk dilakukan bagi pasien yang mengalami stroke atau kelumpuhan, karena CT Scan juga dapat memperlihatkan tingkat kerusakan yang disebabkan masalah tersebut.

Informasi yang diperoleh dari gambar CT Scan di kepala dapat membantu dokter untuk:

  • Menentukan perawatan yang paling baik dan tepat untuk pasien
  • Merencanakan pembedahan
  • Meninjau hasil operasi atau perawatan sebelumnya

Pada CT Scan di kepala, arahan berikut digunakan untuk meninjau hasil dari pemindaian.

Pada CT Scan normal, otak, pembuluh darah, dan tulang tengkorak seharusnya berukuran normal dan terletak pada posisi yang seharusnya, tanpa adanya daging tumbuh yang asing dan peradangan, pendarahan, atau gumpalan. Namun, hasil akan dianggap abnormal jika ada (1) daging yang tumbuh abnormal, tumor, atau pendarahan pada dan di sekitar otak (2) keberadaan benda asing seperti kaca atau metal (3) adanya tulang yang rusak di tengkorak atau saraf yang terjepit dari atau ke arah otak (4) gumpalan cairan, aneurisma, penggumpalan atau edema, dan (5) ruang pada otak yang membesar.

Bagaimana Cara Kerja CT Scan ?

Selama pemindaian berlangsung, pasien akan diminta untuk berbaring di meja yang terpasang dengan alat pemindai, yang posisinya berada di atas kepala. Kepala Anda mungkin perlu diikat agar tetap pada posisinya selama pemindaian berlangsung. Sebelum pemindaian dimulai, alat pemindai akan mengeluarkan suara ‘klik’ atau dengungan. Alat pemindai kemudian akan mengambil gambar santir kepala Anda dengan sinar-X, di mana alat pemindai akan bergerak memutar dan miring untuk memindai kepala dari beberapa posisi dan sudut pandang. Untuk memperoleh gambar yang akurat dan jelas, pasien diminta untuk tetap berbaring selama proses pemindaian, yang hanya akan berlangsung selama beberapa detik. Namun, seluruh tes CT dapat menghabiskan sampai 60 menit, di mana sebagian besar waktu dihabiskan untuk mempersiapkan Anda untuk menjalani proses pemindaian. Ahli radiologi akan mengeluarkan hasil pemeriksaan anda satu sampai dua hari setelah pemeriksaan dilakukan kepada dokter yang memeriksa Anda.

Jika diminta, ahli radiologi juga dapat menggunakan material berwarna kontras yang dibuat untuk mengalir melalui urat darah halus. Material berwarna kontras ini akan mempermudah untuk memilah setiap bagian pada kepala dalam gambar CT, dan sangat efektif untuk memeriksa aliran darah di sekitar otak, daging yang tumbuh tidak normal dan tumor, daerah yang meradang, atau kerusakan saraf.

Perlu diingat, bahwa pasien akan ditinggal sendirian di ruang pemindaian selama pemeriksaan berlangsung, dan teknisi atau ahli radiologi yang melakukan pemindaian hanya akan memantau lewat jendela di ruangan terpisah. Ruangan pemindaian dilengkapi dengan intercom dua arah agar pasien dan teknisi dapat tetap berkomunikasi.

CT Scan di kepala juga dapat dilakukan untuk anak-anak, tapi mereka akan diberikan beberapa instruksi khusus dan perlu dukungan dan kerja sama dari orang tuanya selama pemeriksaan berlangsung. Untuk anak-anak yang masih terlalu muda dan mungkin akan merasa takut atau tidak bisa berdiam diri selama pemeriksaan berlangsung, obat bius atau penenang dapat diberikan, tetapi hanya dengan persetujuan orang tuanya.

Apakah CT Scan Berisiko ?

Meskipun pemindaian tomografi terkomputasi (CT Scan) untuk bagian kepala tidak akan menimbulkan rasa sakit, namun tetap ada komplikasi dan risiko yang mungkin muncul. Karena CT Scan adalah pemindaian yang berbasis radiasi, ada risiko kecil Anda dapat terjangkit kanker, terutama bagi pasien yang menjalani beberapa tes berbasis radiasi. Jika Anda khawatir soal ini, terutama bagi pasien anak-anak, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter yang memeriksa untuk mengetahui risiko pemaparan radiasi dan seberapa perlu CT Scan diperlukan.

Kemudian, karena CT Scan juga menggunakan teknologi sinar-X seperti sinar-X konvensional, tindakan pencegahan dan batasan yang sama juga berlaku. Karenanya, pasien perlu memberi tahu dokter yang memeriksa jika pasien:

  • Sedang hamil atau kemungkinan hamil
  • Memiliki alergi obat tertentu dan cairan berbasis iodin
  • Memiliki masalah jantung
  • Menderita diabetes atau sedang mengonsumsi obat-obatan diabetes seperti metformin (biasanya dapat diselesaikan dengan mengatur jadwal konsumsi obat. Pasien biasanya diberikan jadwal kapan harus berhenti mengonsumsi obat sebelum melakukan pemindaian dan kapan perlu kembali mengonsumsi obatnya kembali)
  • Memiliki masalah ginjal
  • Menderita asma
  • Beberapa pasien mungkin merasa gelisah atau tidak nyaman karena ruang yang terbatas di dalam alat pemindai CT. Dalam banyak kasus, biasanya obat penenang akan diberikan untuk menenangkan pasien tersebut.

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Kemajuan teknologi di bidang kedokteran yang ada pada saat ini memberi kemudahan bagi para praktisi kedokteran untuk mendiagnosa penyakit serta menentukan jenis pengobatan bagi pasien. Salah satu bentuk kemajuan tersebut adalah penggunaan alat MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melakukan pencitraan diagnosa penyakit pasien.

Apakah Arti MRI ?

MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh anda dengan menggunakan medan magnet yang besar dan gelombang frekuensi radio, tanpa operasi, penggunaan sinar X, ataupun bahan radioaktif. selama pemeriksan MRI akan memungkinkan molekul-molekul dalam tubuh bergerak dan bergabung untuk membentuk sinyal-sinyal. Sinyal ini akan ditangkap oleh antena dan dikirimkan ke komputer untuk diproses dan ditampilkan di layar monitor menjadi sebuah gambaran yang jelas dari struktur rongga tubuh bagian dalam.

Apakah manfaat pemeriksaan dengan MRI ?

MRI menciptakan gambar yang dapat menunjukkan perbedaan sangat jelas dan lebih sensitive untuk menilai anatomi jaringan lunak dalam tubuh, terutama otak,.sumsum tulang belakang, susunan saraf dibandingkan dengan pemeriksaan x-ray biasa maupun CT scan Juga jaringan lunak dalam susunan musculoskeletal seperti otot, ligament, tendon, tulang rawan, ruang sendi seperti misalnya pada cedera lutut maupun cedera sendi bahu. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan dengan MRI yaitu evaluasi anatomi dan kelainan dalam rongga dada, payudara , organ organ dalam perut, payudara, pembuluh darah, dan jantung. Pada umumnya struktur tulang akan dapat lebih diteliti dengan lebih baik dengan CT scan daripada dengan MRI. Selain itu, MRI di RS Medistra telah melakukan Sofware Updates sehingga mampu melakukan pemeriksaan 3D Hearts dan MRI Touch. Bagi pasien yang memiliki kelaianan pada organ jantung, MRI 3D Hearts mampu menganalisa lebih detail dan jelas sehingga dokter mampu mediagnosis penyakit lebih tepat dan akurat. Sedangkan MR Touch digunakan untuk menganalisa kekerasan pada hati sehingga seorang dokter mampu menilai dan memberikan terapi yang tepat serta meminimalkan resiko infeksi akibat tindakan pemeriksaan lainnya.

Apakah pemeriksaan dengan MRI aman ?

Prosedur MRI tidak menimbulkan sakit, kerusakan jaringan dan sebagainya. Namun karena berada di medan magnet yang besar,pada saat pemeriksaan berlangsung akan dapat menarik benda-benda yang bersifat logam, dan menyebabkan tempatnya bergeser .Bisa dibayangkan jika letaknya di dalam tubuh maka akan dapat melukai pasien. Oleh karena itu sangatlah penting diingatkan kepada pasien untuk melepas benda-benda yang bersifat logam sebelum pasien menjalani pemeriksaan MRI. Fasilitas MRI tentu saja mengharuskan operator atau staf radiologi untuk mengetahui keberadaan benda-benda logam di dalam tubuh dengan menanyakan riwayat operasi atau riwayat kesehatan pasien sebelumnya. Benda-benda logam yang ditanamkan di dalam tubuh (implant) antara lain dapat berupa clip pada operasi aneurisma, pacemaker pada jantung, alat bantu dengar (hearing-aid), gigi palsu, dan sebagainya. Pada pasien dengan keadaan-keadaan tersebut diatas prosedur MRI dapat dibatalkan karena takut akan melukai pasien.

Apakah Keunggulan MRI ?

Kelebihan MRI berbanding peralatan lain ialah gambar yang dihasilkan lebih jelas serta dapat dilihat dari berbagai sisi tanpa melibatkan pengunaan radiasi, memberikan hasil tanpa perlu mereposisi pasien, tidak menggunakan kontras untuk sebagian besar pemeriksaan MRI. Fasilitas MRI di Rumah Sakit Medistra dilengkapi dengan kemampuan untuk menilai funksi organ tertentu secara dinamik (Functional MRI), untuk menilai distribusi darah baik di otak maupun di jantung (Perfusion Imaging) serta melihat metabolisme yang ada didalam sebuah tumor (Spectroscopy Imaging).

Bagaimana pemeriksaan MRI dilakukan dan bagaimana persyaratan pemeriksaan ?
Apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjalani pemeriksaan MRI ?

Tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan MRI. Hanya saja pasien akan diminta untuk melepaskan beberapa benda-benda logam seperti :

  • dompet, kartu kredit, dam kartu-kartu lainnya
  • peralatan elektronik seperti telepon genggam
  • alat bantu pendengaran (hearing-aid)
  • perhiasan atau jam tangan
  • ballpoint, klip kertas, kunci, dan koin
  • ikat rambut ,bulu mata palsu
  • baju yang memiliki kancing logam / resleting logam
  • sepatu, sabuk, pin, dsb.

Sebelum prosedur MRI pasien akan diminta untuk mengisi kuesioner / selembar kertas mengenai keadaan pasien sebelum dilakukan pemeriksaan MRI. Selain itu pasien akan ditanyakan juga riwayat kesehatan atau operasi sebelumnya.

Seperti pada pemeriksaan CT scan dan Radiologi lainnya, kadang kadang dokter memerlukan penyuntikan kontras media intra vena pada kasus tertentuk untuk memperjelas kelainan yang ada didalam tubuh .Untuk hal ini pasien diharapkan puasa untuk tidak makan padat 4 jam sebelum pemerikaan. Dan untuk menghindari kemungkinan risiko penyuntikan kontras intravena terhadap gangguan fungsi ginjal, maka diperlukan penilaian funksi ginjal (cek ureum dan creatinine darah) sebelum pemeriksaan dilakukan.

MRI dilakukan di ruangan khusus dan pasien akan diminta oleh staf radiologi untuk berbaring didalam meja pemeriksaan. Selanjutnya dipasang penutup telinga untuk mengurangi bunyi mesin yang tidak diinginkan (beberapa jenis suara akan terdengar dari mesin selama pemeriksaan berlangsung).

Hal penting yang harus dilakukan oleh pasien adalah berbaring dengan tenang dan relaks. Pemeriksaan MRI biasanya berlangsung antara 20-60 menit tergantung dari bagian tubuh mana yang akan diperiksa.

Saat pemeriksaan berlangsung petugas MRI akan dapat berkomunikasi dengan Anda dapat mendengar Anda, serta mengobservasi Anda setiap saat. Segera sampaikan kepada petugas MRI jika ada perasaan yang tidak nyaman pada saat pemeriksaan berlangsung. Setelah prosedur MRI selesai, Anda dapat melakukan aktivitas normal.