Gawat Darurat: (0752) 624 317


Instalasi Gawat Darurat
Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Intensive Care Unit
Instalasi Elektromedik
Instalasi Bedah Sentral
Instalasi Rehabilitasi Medik
Instalasi Radiologi
Instalasi Laboratorium
Instalasi Farmasi
Instalasi Gizi

Intensive Care Unit (ICU) menurut Keputusan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan No. HK.02.04/I/1996/11 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan pelayanan Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian dari rumah sakit yang terpisah, dengan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus yang ditunjukan untuk observasi, perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit, cedera atau penyulit-penyulit yang mengancam jiwa atau potensial mengancam jiwa dengan prognosis dubia yang diharapkan masih reversible. ICU menyediakan kemampuan dan sarana, prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan menggunakan ketrampilan staf medik, perawat dan staf lain yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keadaan tersebut.

Pelayanan keperawatan ICU adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepeda pasien dalam kondisi kritis diruang perawatan intensif, dilaksanakan secara terintegrasi oleh tim yang terlatih dan perpengalaman di bidang critical care. Penegelolaan pelayanan ICU dilakukan secara khusus dengan mengutamakan keselamatan pasien (Patient Safety), untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan. Pada saat ini, ICU modern tidak terbatas menangani pasien pasca bedah atau ventilasi mekanis saja, namun telah menjadi cabang ilmu sendiri yaitu intensive care medicine. Ruang lingkup pelayanan meliputi dukungan fungsi organ-organ vital seperti pernapasan, kardiosirkulasi, susunan saraf pusat, ginjal dan lain-lainya, baik pada pasien dewasa ataupun pasien anak.

Rumah sakit sebagai penyedia pelayanan kesehatan mempunyai fungsi rujukan harus dapat memberikan pelayanan ICU yang professional dan berkualitas. Dengan mengedepankan keselamatan pasien. Pada instalasi rawat intensif , perawatan untuk pasien dilaksanakan dengan melibatkan berbagai tenaga profesional yang terdiri dari multidisiplin ilmu yang bekerja sama dalam tim. Pengembangan tim mulitidisplin yang kuat sangat penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Selain dukungan itu sarana, prasarana serta peralatan juga diperlukan dalam rangka meningkatkan pelayanan ICU. Oleh karena itu, mengingat diperlukanya tenaga khusus, terbatasnya sarana dan prasarana, serta mahalnya peralatan, maka demi efisiensi, keberadaan ICU perlu dikonsentrasikan dalam suatu tempat dalam unit yang terintegrasi berbentuk instalasi.

Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi adalah rumah sakit khusus tipe B yang banyak menangani pasien-pasien stroke, pasien operasi bedah syaraf, jantung dan lainnya mempunyai unit rawat intensive dengan ruang lingkup pelayanan ICU sekunder. ICU Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi berkapasitas 7 tempat tidur yang berada dalam satu instalasi Intensive Care Unit (ICU) yang dikepalai oleh dokter intensivis/dokter anestesi serta tenaga profesional multidisiplin yang terdiri dari tenaga tim dokter spesialis dan tenaga keperawatan yang sudah terlatih. Selain itu juga telah didukung oleh sarana prasarana/ peralatan khusus seperti alat-alat monitoring, Ventilator sebagai alat penunjang napas lanjutan, Defibrilator dan alat-alat canggih lainnya.