Gawat Darurat: (0752) 624 317


Senin, 29 Oktober 2018 | dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S - RS Stroke Nasional Bukittinggi
Peringatan Hari Stroke Dunia
Senin, 10 Desember 2018 | dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S - RS Stroke Nasional Bukittinggi
Neurorestorasi
Kamis, 01 November 2018 | (Erna/Humas) - RSSN Bukittinggi
Wujud Rasa Sayang RS. Stroke Nasional Bukittinggi Kepada Pelanggannya Melalui Pemberian Setangkai Bunga Dalam Perayaan World Stroke Day 2018
Rabu, 24 Oktober 2018 | Dewi Suci, SSt.FT,M.Fis
Fisioterapi Upaya Untuk Meringankan Sakit Stroke
Senin, 15 Oktober 2018 | (Erna - Humas RSSN Bukittinggi)
Dialog Interaktif : RS. Stroke Nasional Bukittinggi di RRI Programa 1 Bukittinggi ( Tanggal 11 Oktober 2018 )
Senin, 12 November 2018 | Anferi Devitra. SKM. MARS - RS Stroke Nasional Bukittinggi
Pemasaran Rumah Sakit Di Era Modern

Rumah sakit merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurut  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010 “Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat”.

Pada saat ini rumah sakit  sudah bergeser ke arah profit oriented, hal ini disebabkan karena masuknya Indonesia ke dalam persaingan pasar bebas yang mengharuskan kita untuk merubah cara pandang terhadap rumah sakit. Jumlah rumah sakit yang semakin meningkat membuat setiap rumah sakit saling bersaing untuk mendapatkan pelanggan. Hal bisa dilihat  pemerintah didorong untuk menjadi organisasi BLU (Badan Layanan Umum) / BLUD. Disamping itu masuknya Indonesia ke zaman globalisasi (komunikasi) dimana persaingan pasar bebas yang mengharuskan kita untuk lebih kreatif dan inovatif.  Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “Kuasailah informasi, niscaya engkau akan menguasai dunia”.Oleh karena itu, pemasaran rumah sakit yang baik sangat penting agar rumah sakit  terus bertahan dalam persaingan dan berkembang menjadi lebih baik.

. Menurut Taurany (2008), solusi terbaik untuk menghadapi globalisasi adalah dengan menyiapkan daya saing yang tinggi melalui kepemimpinan yang memicu pada perubahan dan manajemen yang profesional, manajemen perubahan, peningkatan manajemen mutu, pengembangan sumber daya manusia, sarana dan teknologi, peningkatan kepuasan konsumen, peningkatan budaya organisasi, pemasaran yang efektif dan peningkatan mekanisme dan kegiatan mengantisipasi, memantau dan menganalisis perubahan-perubahan lingkungan yang dampaknya dapat berupa ancaman dan berupa peluang. Pentingnya RS melakukan pemasaran saat ini dipicu oleh sejumlah faktor, yaitu :

  1. Pertama, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengantarkan kita memasuki era pasar bebas dimana batas geografi tidak lagi menjadi masalah.
  2. Semakin bebas dan mudahnya mobilitas masyarakat untuk memilih RS dimana ia akan berobat menyebabkan persaingan antara RS menjadi semakin ketat.
  3. Banyak pesaing-pesaing baru banyak bermunculan karena regulasi pemerintah di bidang kesehatan yang memang mendorong bertumbuhnya RS baru , hal tersebut menyebabkan kekuatan tawar RS yang ada semakin kecil dan kekuatan tawar pelanggan semakin besar.
  4. RS menjadi memasuki sebuah mekanisme dimana pelanggan sangat menentukan keberlangungan hidup RS. Hal ini menyebabkan RS perlu merubah cara pandangnya ( Mind Set) terhadap pelanggan sebagai pihak yang menerima begitu saja pelayanan kesehatan yang disajikan RS.
  5. RS perlu memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggannya lebih daripada pesaing agar dapat bertahan dan berkembang dalam intensitas persaingan yang tinggi.

Dari beberapa hal diatas tampaklah RS harus melakukan pemasaran. Pada intinya, semua aktivitas pemasaran yang dilakukan RS tersebut dilakukan untuk menghasilkan keunggulan bersaing yang mengikuti siklus, semua aktivitas harus diarahkan untuk menciptakan nilai unggul bagi pelanggan.

Tujuan pemasaran rumah sakit adalah memperkenalkan rumah sakit pada masyarakat luas, menginformasikan sejelas-jelasnya mengenai fasilitas dan kemampuan pelayanan yang dimiliki oleh rumah sakit pada masyarakat dan segenap warga rumah sakit, membentuk dan membina citra rumah sakit melalui kepercayaan dan penghargaan masyarakat terhadap kemampuan rumah sakit, pemanfaatan sumber daya rumah sakit secara optimal dan juga mengharapkan terjadinya peningkatan penghasilan.

Kita dapat menggunakan marketing mix sebagai marketing stimuli untuk mempengaruhi perilaku pelanggan. Marketing mix berarti bauran pemasaran, yaitu kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu, yang dilakukan secara bersamaan di antara elemen yang ada dalam marketing mix itu sendiri, dengan konsep pemasaran 7 P, Ketujuh unsur bauran pemasaran jasa tersebut di atas pada RS dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Product  ( Produk)

       Merupakan jasa atau pelayanan RS yang ditawarkan kepada pasien atau konsumen. RS Harus memiliki layanan unggulan sebagai kelebihan dari RS dan sebagai pembeda dari RS lain.  Pelayanan yang diberikan pada masyarakat sebaiknya telah memenuhi standar mutu seperti sudah diakreditasi.

 

2. Price ( Harga / tarif)

Merupakan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan pelanggan untuk memperoleh pelayanan RS. Pembiayaan di era JKN  mengunakan sistemPaket INA CBGS. Rumah Sakit harus betul betul efisiensi dan efektif agar tidak rugi. Dan terus  inovasi mengali sumber pendapatan lain dengan optimalisasi aset yang ada

3. Place ( Tempat )

Pelaksanaan program penyaluran pelayanan melalui lokasi, tempat dan waktu serta jumlah  yang tepat, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tempat dan alamat RS harus mudah diakses melalui alat informasi sperti HP  atau Web, dan mengoptimalkan media sosial

4. Promotion (Promosi)

Merupakan kombinasi dari variabel-variabel periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, dan publisitas yang dilakukan oleh RS dalam upaya mengimformasikan produk pelayanan kepada para pelanggan (konsumen),   sehingga para pelanggan (konsumen) termotivasi/terdorong untuk melakukan pembelian. Dalam era serba digital saat ini kebanyakan masyarakat memiliki hp. Pemasaran RS harus kreatif dan informatif untuk mendapatkan perhatian dari pelangan. Dalam konsep Pemasaran konsumen harus didik agar loyal kepada RS kita merupakan kombinasi dari variabel-variabel periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, dan publisitas yang dilakukan oleh RS dalam upaya mengimformasikan produk pelayanan kepada para pelanggan (konsumen), sehingga para pelanggan (konsumen) termotivasi/terdorong untuk melakukan pembelian. Beberapa kegiatan Promosi  antara lain:

  1. Pemberian informasi melalui web resmi RS
  2. Pengembangan jejaring pelayanan kesehatan
  3. Aktif di Kegiatan Webinar Nasional (Web Seminar)
  4. Promosi lewat media masa seperti Radio dan  Televisi
  5. Aktif promosi di jejaring sosial seperti WA, Facebok, Hinstagram dll
  6. Lefleat, Spanduk
  7. Informasi melalui organisasi pasien seperti club stroke
  8. Mengikuti kegiatan Pameran
  9. Pendaftaran online RS

 

5. People (Orang)

Adalah orang-orang yang terlibat langsung  dalam menjalankan segala aktifitas pelayanan RS, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi semua organisasi. Dalam perusahaan jasa unsur people ini bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional saja, tetapi   juga dalam melakukan hubungan kontak langsung dengan konsumen. Perilaku orang-orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam mempengaruhi mutu jasa yang ditawarkan dan image RS.Tantangan utama industri rumah sakit adalah SDM. Masyarakat yang semakin cerdas, tuntutannya semakin besar. Kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif semakin tinggi. Sementara, di satu sisi, SDM kurang cekatan mengikuti perkembangan. Pertumbuhan demand dari pasar yang luar biasa harus bisa diimbangi dengan supply SDM yang mumpuni

6. Process, (Proses)

Mempunyai arti suatu upaya RS, dalam menjalankan dan melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya. RS harus  memberikan proses pelayanan sangat efektif tidak ada lagi birokrasi yang berbelit belit. Kerjasama antara marketing dan operasional sangat penting dalam elemen process ini, terutama dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan pelanggan (konsumen) secara cepat dan tepat. Apalagi diera globalisasi saat ini  pasien bebas menetukan pilihan

7. Physical Evidence( Sarana Fisik )

Merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen, untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk di dalam physical evidence antara lain lingkungan     phisik, dalam hal ini bangunan fisik, perabot/peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya yang disatukan dengan service yang diberikan  seperti karcis, sampul, label, dan lain sebagainya. Selain itu atmosfir RS yang  menunjang seperti visual, aroma, suara, tata ruang, lay out ruangan dan lain-lain.  Membangun brand (citra) yang kuat bagi masyarakat.

Ketujuh komponen harus bergerak kea rah yang sama, jika tidak maka tujuan pemasaran tidak akan tercapai. Upaya pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan disebut market driven. Artinya perilaku perusahaan/organisasi berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Tahap yang lebih advanced adalah berupaya membentuk kebutuhan dan keinginan pelanggan. Perusahaan menjadi trend setter. Untuk menjadi trend setter dibutuhkan market vision. Suatu pandangan jauh ke depan mengenai bentuk dan perilaku pasar seperti apa yang akan dibentuk nantinya.

Market driven dan market vision diwujudkan melalui market orientation. Jadi, market orientation tidak hanya sekedar market driven tetapi juga market vision. Market orientation adalah kemampuan organisasi untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan dan keinginan pasar saat ini dan yang akan datang, mendiseminasikan informasi tersebut dan menggerakkan seluruh organisasi terhadap informasi tersebut.

Market intellogence dissemination menyangkut bagaimana informasi ini melekat dan digunakan sebagai landasan untuk melaksanakan seluruh fungsi-fungsi di dalam organisasi. Marketing intelligence adalah sebuah strategi yang dapat dilakukan oleh semua perusahaan untuk memperoleh informasi. Informasi itu bisa dilakukan dengan pengumpulan data dan analisis pasar yang sesuai dengan keadaan pasar saat ini.

Pemahaman terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan sangat penting untuk memenangkan persaingan industri rumah sakit di era hiperkompetisi seperti saat ini. Menurut Al Ries and Jack Trout, perang bukan terjadi di pasar tetapi di benak pelanggan. Oleh karena itu cara untuk memenangkan persaingan adalah berusaha memenangkan persepsi pelanggan sesuai kebutuhan dan keinginan serta sifat keinginannya (dalam market vision). RS harus dapat dipersepsikan sebagai problem solver. Keyakinan tersebut harus dikembangkan pada merek RS. Pelanggan harus dikembangkan kepercayaannya terhadap merek RS, bukan hanya pada dokter tertentu sehingga keyakinannya timbul. Oleh karena itu penting sekali bagi RS untuk melakukan branding atau pembentukan kepribadian merek.