Gawat Darurat: (0752) 624 317


Senin, 10 Desember 2018 | dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S - RS Stroke Nasional Bukittinggi
Neurorestorasi
Kamis, 01 November 2018 | (Erna/Humas) - RSSN Bukittinggi
Wujud Rasa Sayang RS. Stroke Nasional Bukittinggi Kepada Pelanggannya Melalui Pemberian Setangkai Bunga Dalam Perayaan World Stroke Day 2018
Rabu, 24 Oktober 2018 | Dewi Suci, SSt.FT,M.Fis
Fisioterapi Upaya Untuk Meringankan Sakit Stroke
Senin, 15 Oktober 2018 | (Erna - Humas RSSN Bukittinggi)
Dialog Interaktif : RS. Stroke Nasional Bukittinggi di RRI Programa 1 Bukittinggi ( Tanggal 11 Oktober 2018 )
Rabu, 03 Oktober 2018 | Mairina, SKM, M.Biomed dan dr. Ruhaya Fitrina, SpS ( RS. Stroke Nasional Bukittinggi )
Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium Elektrolit Darah Pada Pasien Stroke Akut
Senin, 29 Oktober 2018 | dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S - RS Stroke Nasional Bukittinggi
Peringatan Hari Stroke Dunia

Stroke adalah sindroma fokal neurologi yang terjadi mendadak yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah otak akibat proses patologis pada pembuluh darah otak. Proses ini dapat berupa penyumbatan lumen pembuluh darah oleh trombosis atau emboli dan pecahnya dinding pembuluh darah otak menyebabkan perdarahan. Perubahan dinding pembuluh darah otak dapat bersifat primer karena kelainan kongenital atau degeneratif, dan proses sekunder yang disebabkan proses lain seperti peradangan, arteriosklerosis, hipertensi, diabetes mellitus dan banyak proses lain, sehingga penyebab stroke sangat multifaktorial.

Prevalensi stroke di Indonesia memiliki kecenderungan semakin meningkat. Menurut data Riskesdas tahun 2007, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1000 penduduk. Riskesdas 2013, prevalensi stroke meningkat menjadi 12,1 per 1000 penduduk. Selain angka kejadian yang semakin tinggi, stroke adalah penyebab kecacatan utama dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Dalam upaya memperbaiki luaran pasien stroke, mencegah kecacatan dan mengurangi angka kematian, maka tatalaksana stroke harus dilakukan dengan cepat. “Time is Brain”... semakin lama waktu penanganan stroke, semakin banyak sel-sel otak dan sinaps yang mengalami kerusakan dan semakin besar kemungkinan pasien akan meninggal atau cacat permanen.

Karena itu, penanganan stroke di fase akut harus dioptimalkan, mengingat stroke adalah kasus yang luarannya bersifat time-dependent, semakin cepat ditatalaksana, semakin baik luarannya. Dengan penekanan pada prinsip time is brain, maka kita harus mengingat bahwa terapi defenitif stroke harus segera di berikan dalam waktu yang cepat. Dengan adanya fasilitas dan sistim penunjang yang lengkap dan memadai, maka respon time penanganan stroke akut dapat dioptimalkan.