Gawat Darurat: (0752) 624 317


Jumat, 24 Agustus 2018 | Ruhaya Fitrina RS Stroke Nasional Bukittinggi
EPILEPSI
Minggu, 13 Mei 2018 | Tim Neurologist RS Stroke Bukittinggi
UNIT STROKE
Selasa, 07 Agustus 2018 | Anferi Devitra SKM.MARS - Kasubag. Pemasaran dan Informasi
ACARA TERAPI WISATA KLUB STROKE RS.STROKE NASIONAL BUKITTINGGI
Rabu, 08 Agustus 2018 | Mairina, SKM, M.Biomed, dr. Ruhaya Fitrina, Sp.S,dr. Fatimah Yasin, SpPK, M.Kes
HIPERGLIKEMI PADA STROKE AKUT
Selasa, 03 Juli 2018 | dr. Fred Septo, Sp.S - Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi
PENYAKIT PARKINSON
Jumat, 07 September 2018 | Khairil Armal , S.Si, Apt, Sp.FRS - RS Stroke Nasional Bukittinggi
Pemberian Obat Melalui Slang Enteral (ENTERAL TUBE)

I. Pendahuluan

Penggunaan Slang Enteral untuk jangka pendek atau jangka panjang baik pada layanan kesehatan primer maupun rujukan merupakan hal penting untuk menjamin asupan nutrisi yang adekuat pada pasien-pasien yang mengalami gangguan menelan. Pada saat ini Slang Enteral digunakan secara luas untuk berbagai kondisi medis dan rentang usia.

Penggunaan Slang Enteral tidak hanya terbatas di Rumah Sakit, sehingga menjadi tantangan untuk tenaga kesehatan yang memberikan home care termasuk apoteker. Laporan dari hasil survey oleh British Artificial nutrition survey memperlihatkan peningkatan 20% pertahun pada penggunaan slang enteral dirumah  dengan jumlah pengguna pada tahun 2015 adalah sebanyak 28.095 orang. 

Agak sulit untuk memastikan formula obat yang tepat untuk diberikan melalui Slang enteral pada pasien yang mempunyai akses terbatas pada saluran cerna. Bila pasien mengalami gangguan menelan, formula umum yang biasa digunakan adalah jalur parenteral melalui injeksi. Namun demikian pemberian melalui injeksi tidaklah tepat bila digunakan jangka panjang. Rute lain yang mungkin diberikan adalah melalui sublingual, buccal, rectal atau transdermal akan tetapi bentuk formulasi obat untuk tujuan tersebut masih sangat terbatas.

Metoda pemberian obat melalui Slang Enteral umumnya tidak tecantum dalam uraian informasi produk yang dibuat oleh pabrik obat. Oleh sebab itu sangat mungkin terjadi kesalahan pemberian bila obat tersebut diberikan melalui rute ini, dan bila hal tersebut terjadi, pabrik obat tidak dapat dipersalahkan, karena mereka memang tidak membuat formula khusus slang enteral.

Pemberian obat melalui Slang enteral dapat menimbulkan masalah baik bagi farmasis klinik, perawat atau ahli gizi. Kesalahan dapat terjadi pada penggunaan spuit/syringe untuk pemberian obat, penyumbatan tube karena formula yang tidak tepat, kontaminasi slang karena obat harus digerus, atau eksposur petugas karena debu obat yang di gerus .

Apoteker ruangan (ward pharmacists) dapat mengambil tanggungjawab dan memiliki akses untuk informasi yang berhubungan dengan pemberian obat melalui slang enteral seperti kondisi pasien, tipe tube yang digunakan, dan makanan enteral yang diberikan. Apoteker harus memiliki kemampuan untuk memberikan informasi atau rekomendasi tentang formula obat yang tepat untuk diberikan. Bila mengubah bentuk sediaan, apoteker harus memperhatikan bioekivalensi dan bioavailabilitas sediaan, sehingga dapat menjamin efektifitas dan keamanan obat. Apoteker harus berkomunikasi dengan profesi pemberi asuhan lain yang terlibat dalam perawatan pasien tentang obat mana yang boleh diberikan dan obat mana yang tidak boleh diberikan melalui slang enteral serta teknik pemberian yang benar.

 

II. Jenis jenis Slang Enteral

Slang enteral terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran dan digunakan pada beberapa tempat pada saluran cerna. Slang enteral bisa dimasukkan melalui nasofaring, (NGT), nasojejunum (NJ) atau langsung kedalam saluran cerna melalui jejunostomy atau gastrostomy malalui pembedahan. Pemilihan type dari slang tersebut tergantung kepada lama penggunaan, dan bagian saluran cerna yang dituju. Selang NGT digunakan untuk pemberian jangka pendek atau jangka menengah (hari atau minggu), sementara itu gastostomy atau jejunostomy digunakan untuk pemberian jangka panjang (bulan atau tahun)

Diameter eksternal dari slang yang diberikan dinyatakan dalam Fr (French) dimana 1 unit French sama dengan 0,33 mm. Tube terbuat dari PVC (polivinil Clorida) atau PUR (Polyurethan), silikon atau latex. Silikon dan latex lebih lunak dan fleksibel dibandingkan PVC dan polyurethan, tapi lebih mudah melar dan terlipat. Slang yang terbuat dari silikon dan latex mempunyai diameter dalam yang lebih kecil dibandingkan dari PVC dan polyurethan  meskipun mempunyai okuran Fr yang sama

Slang Nasogastrik/NGT/Maag Slang (A); Slang nasogastrik (NGT/Maagslang) adalah slang yang dimasukkan melalui hidung dan berakhir di lambung. Slang tersebut mempunyai ukuran Fr 6-12, sementara ukuran  untuk pemberian makanan dan aspirasi adalah Fr 12-18. Panjang tube ini adalah antara 90-100 cm untuk ukuran orang dewasa.

Slang Nasoduodenal (NDT) (B); Slang nasoduodenal dimasukkan melalui hidung, tapi berakhir di duodenum. Slang ini umumnya dipakai untuk membantu pemeriksaan radiologi atau endoskopi. Slang ini digunakan juga untuk mengatasi masalah yang berhubungan denganm “Gastric Stasis” yang disebut juga “pospyloric”

Slang Nasojejunal (NJT)(C); Slang NJT umumnya dimasukkan secara endoskopik atau radiologik untuk memastikan pemasangan pada posisi yang tepat di dalam jejunum. Slang ini mempunyai ukuran yang cukup panjang yaitu 150 cm dan mudah terlipat, hanya dipergunakan untuk pemberian obat atau makanan  dalam kondisi tertentu karena terbatasnya data mengenai adsorbsi obat oleh alat.

Percutanous Gastrostomy(D); Tube percutanous gastrostomy dimasukkan kedalam lambung melalui dinding abdomen, umumnya secara endoskopik (PEG= Percutanous Endoskopic Gastrostomy). Alat ini dilengkapi dengan fiksator luar , balon internal atau bumper.

Slang Gastrojejunostomy(E); Slang gastrojejunostomy perkutan dimasukkan kedalam lambung melalui dinding abdomen dan berakhir di jejunum. Umumnya secara endoskopi (percutanous endoscopic gastrojejunostomy PEGJ).

 

III. Pembilasan Selang Enteral

Ukuran spuit yang dipakai untuk melakukan pembilasan slang adalah 30-50 ml, tapi yang paling disukai adalah yang berukuran 50 ml. Makin kecil ukuran spuit, makin besar tekanan yang diberikan kepada lumen, dan dapat merusak tube. Volume pembilas hendaknya dicatat terutama untuk pasien yang memerlukan balance cairan.

Pembilasan Dengan Udara ;Telah disarankan pembilasan dengan udara untuk mengamati aspirate lambung dan membantu memasukkan ujung slang nasogastrik (NGT) kedalam penampung cairan lambung yang selanjutnya akan membantu aspirasi. Dalam pengukuran pH lambung, slang harus dibersihkan dari senyawa yang dapat mengkontaminasi sampel dan mempengaruhi pH lambung. Pembilasan dengan udara dapat dilakukan setiap akan mengambil sekret lambung, disarankan melakukan mengecekan setiap 24 jam.

Pembilasan dengan Air; Di Amerika Serikat, lebih dianjurkan untuk menggunakan air berkarbonasi untuk pembilasan tube, walaupun demikian penggunaan air hangat akan memberikan hasil yang sama. Pembilasan dengan cola atau cairan yang bersifat asam akan menyebabkan slang menjadi tersumbat, karena menyebabkan terjadinya kagulasi protein.

 

IV. Permasalahan dalam penggunaan Slang Enteral

Masalah utama dalam penggunaan slang enteral adalah tersumbatnya slang tersebut. Sumbatan dapat terjadi pada lumen internal slang atau karena masalah mekanis pada slang. Slang bisa saja terlipat selama in-situ, tapi penyebab utama obstruksi adalah suatu sumbatan. Sumbatan pada slang bisa terjadi karena pengendapan makanan enteral karena tercampur cairan bersifat asam, makanan yang tidak bisa bergerak di dalam slang, makanan enteral yang terkontaminasi. pemberian obat yang tidak tepat, serta adanya masalah pada slangnya.

 

V. Pemilihan Formula Obat dan Prosedur Pemberian Obat

Saat memutuskan  akan memberikan obat melalui slang enteral, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Obat berbentuk cairan belum tentu lebih baik daripada tablet, karena bahan pembawanya bisa saja menyebabkan terjadinya efek yang tidak diinginkan. Kebutuhan pasien dan perawatnya perlu juga diperhatikan.

Bentuk sediaan obat yang dapat diberikan melalui feeding tube adalah sediaan obat cair (sirup, emulsi, eliksir, suspensi), tablet oral dengan pelepasan segera, kapsul pelepasan segera

Sediaan obat yang tidak dianjurkan untuk diberikan melalui selang enteral diantaranya adalah Obat salut Enterik, Obat Sublingual atau Buccal , Tablet atau kapsul Sustained Release / lepas terkendali. Sediaan cair yang mengahdung zat besi  (misalnya tonikum, atau iron eliksir), dan tablet sitostatika.

 

VI. KESIMPULAN

Pemberian obat melalui slang enteral memerlukan perhatian khusus Farmasis/ Apoteker di ruangan perawatan  harus ikut memantau pemberian obat-obat pada pasien yang menggunakan slang enteral, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menjamin efektifitas dan keamanan obat serta mencegah tersumbatnya slang.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. White, R., Bradnam, V., ” Handbook of Drug Administration via Enteral Feeding Tube”, Pharmaceutical Press, London 2007
  2. Aulton, ME, ed, “Pharmaceutics The Science of Dosage Form Design” Churcill Livingston, Edinburg, 1988
  3. McAtear CA., “Current Perpectives on Enteral Nutrition in Adults.” Madenhead, Berks: British Association for Parenteral and Enteral Nutrition”, 1999